6 Manfaat Bergabung dengan Komunitas Kanker Payudara Bagi Penderita

6 Manfaat Bergabung dengan Komunitas Kanker Payudara Bagi Penderita 1 6 Manfaat Bergabung dengan Komunitas Kanker Payudara Bagi Penderita, Kanker payudara bukan hanya menjadi masalah kesehatan bagi penderita. Ada serangkaian masalah yang akan mengikuti penderita itu sendiri. Perasaan tidak nyaman terhadap lingkungan sekitar membuat penderita merasa terbebani. Untuk itu bergabung dengan komunitas sangat diperlukan agar penderta tidak mengalami kecemasan terhadap masalah yang mungkin akan timbul. Berikut ini ada beberapa manfaat bergabung dalam komunitas kanker payudara.

Mendapatkan Dukungan dan Motivasi

            Menderita penyakit kronis, seperti kanker payudara nyatanya membuat pasien banyak yang merasa minder. Tak jarang perubahan baik secara mental maupun fisik membuat hati mereka terluka. Terlebih lagi serangkaian perawatan dan pengobatan yang dijalani terasa melelahkan. Sehingga banyak pasien yang merasa putus asa dan sedih berkepanjangan.

Dengan bergabung menjadi anggota komunitas dapat membantu pasien untuk berangsur mendapatkan kepercayaan dirinya kembali. Tentu saja keinginan sembuh dan menjalani pengobatan akan mendapat dukungan dari anggota lain. Pasien akan mendapatkan motivasi dari teman-teman komunitas karena mereka juga pasti memahami apa yang dirasakan oleh pasien.

Berbagi Ilmu dan Pengalaman Menarik

            Komunitas kanker payudara yang telah terbentuk di berbagai negara, tidak hanya beranggotakan orang yang terserang penyakit. Komunitas ini juga dipenuhi oleh orang sehat yang peduli terhadap penderita kanker payudara, orang yang pernah menderita payudara bahkan orang yang sedang dalam masa pengobatan sekalipun. Pada beberapa komunitas juga beranggotakan para ahli dalam kasus penyakit kronis ini.

Setiap anggota komunitas berhak berbagi ilmu dan pengalaman menarik. Ada banyak hal yang baik dan buruk untuk dibagikan kepada anggota yang lain. Dengan berbagi, maka seluruh anggota akan mendapatkan manfaat dengan bergabung dalam komunitas. Anggota juga dapat belajar dari pengalaman-pengalaman yang disampaikan oleh anggota lain.

Mengemukakan Pertanyaan-pertanyaan

            Selain dengan dokter spesialis, penderita kanker payudara dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran. Sejauh ini banyak penderita yang masih awam dengan penyakit mematikan tersebut. Terlebih lagi bila pasien tiba-tiba divonis terserang kanker payudara pasti akan muncul banyak pertanyaan di benaknya. Banyak pasien yang merasa malu bila bertanya kepada dokter spesialis mereka secara detail.

Dalam komunitas, penderita kanker payudara tidak perlu merasa malu bertanya. Hal ini akan lebih mudah karena beberapa anggota ada yang mengalami hal serupa. Nasib yang sama, membuat penderita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lugas tanpa menyakiti orang lain. Penderita biasanya akan merasa lebih puas karena bisa mengeluarkan uneg-uneg yang berkeliaran di kepala.

Menambah Teman

            Selain mendapatkan pengalaman menarik, secara tidak langsung bergabung dengan komunitas akan menambah teman. Penderita akan bertemu dan bercakap dengan banyak orang sehingga tidak akan merasa sendiri. Teman yang berasal dari berbagai kalangan akan membuat pasien terhibur dan semangat menjalani hidup.

Kehadiran teman-teman baru akan memberikan energi positif terhadap penderita. Penderita lebih merasa berarti dan siap menjalani pengobatan karena banyak teman yang menemaninya. Sembuh dari kanker payudara memang bukan hal yang mudah. Bukan hanya keluarga, teman yang baik akan turut membantu penderita melewati masa-masa sulit.

Melatih Komitmen dan Tanggung Jawab

            Para anggota komunitas payudara sangat memahami apa yang dirasakan pasien menjalani pengobatan agar cepat sembuh. Dengan begitu akan muncul tanggung jawab kepada anggota lain untuk memberi dukungan moral. Komiitmen positif dalam hal membantu orang lain dapat memberi motivasi yang cukup bagi penderita.

Komunitas ini akan membantu penderita menjalani serangkaian pengobatan agar sembuh dari penyakitnya. Komitmen dan tanggung jawab juga dapat mempengaruhi sikap. Para anggota akan menambah rasa empati dan simpati pada sesama. Jiwa sosial untuk menolong orang lain yang kesulitan juga akan terbentuk dalam diri.

Membantu Pengobatan Secara Finansial

Saat ini memang pemerintah telah mencanangkan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk keluarga tidak mampu dan BPJS kesehatan untuk asuransi subsidi pemerintah yang harus membayar iuran setiap bulan sesuai dengan kelas yang didaftarkan. Tapi, nyatanya fasilitas yang diberikan pemerintah tersebut tidak bisa digunakan sepenuhnya karena ada beberapa obat atau perawatan yang tidak dicover. Sehingga pasien harus membayar dalam tagihan tersendiri.

Beberapa komunitas peduli kanker payudara, sering kalii melakukan aksi amal untuk membantu para penderita kanker payudara. Donasi yang diberikan kepada pasien kurang mampu diharapkan dapat membantu secara finansial. Donasi yang diberikan bisa dalam bentuk apa saja, tapi akan lebih membantu jika dalam bentuk uang mengingat biaya yang dibutuhkan sangat besar. Untuk mendapatkan bantuan dari komunitas, biasanya diperlukan beberapa syarat admnistratif yang menunjukkan bahwa pasien benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut dilakukan agar tepat sasaran.

Banyak manfaat yang didapatkan dengan bergabung dalam komunitas kanker payudara. Komunitas tersebut akan memberi efek positif pada penderita sehingga tidak perlu merasa aneh atau tertekan karena penyakit yang dideritanya. Pikiran sehat dan positif diperlukan untuk kesembuhan penderita.

Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

7 Kebiasaan Buruk yang Menjadi Pemicu Tumbuhnya Kanker Payudara

7 Kebiasaan Buruk yang Menjadi Pemicu Tumbuhnya Kanker Payudara 2 Kebiasaan Buruk yang Menjadi Pemicu Tumbuhnya Kanker Payudara, Memiilih gaya hidup sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Namun tak jarang manusia memilih kebiasaan hidup yang kurang baik sehingga berakibat buruk bagi kesehatan. Kebiasaan buruk tersebut malah memberikan penyakit berbahaya, seperti kanker payudara. Berikut ini beberapa kebiasaaan buruk yang dapat memicu tumbuhnya kanker payudara:

Merokok dan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

            Sudah banyak penelitian dan anggapan ahli mengenai bahaya rokok. Aktifitas merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Tak perlu menunggu menopause, merokok dapat memicu berkembangnya sel kanker payudara pada wanita premenopause bahkan di usia yang masih belia.

Mengkonsumsi minuman beralkohol dua hingga lima gelas perhari dapat memicu pergerakan sel kanker payudara. Kebiasaan buruk ini dapat meningkatkan resiko sebesar 15% wanita menderita kanker payudara.

Mengkonsumsi Pil KB

Wanita yang mengkonsumsi pil KB memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang kanker payudara daripada wanita yang tidak mengkonsumsinya. Kandungan esterogen pada pil KB dapat memicu berkembangnya sel kanker payudara, meskipun memang obat tersebut ampuh untuk mencegah kehamilan. Dosis hormon esterogen yang diberikan bisa mempercepat tumbuhnya sel kanker pada payudara wanita. Biasanya dosis tinggi hanya akan diberikan apabila siklus menstruasi tetap tidak bisa dikendalikan meskipun telah mengkonsumsi pil KB lain.

Apabila dihitung, sangat sedikit wanita yang menggunakan pil KB dengan dosis tinggi. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa resiko kanker payudara akan menghilang setelah 10 tahun berhenti mengkonsumsi pil KB. Berkat kemajuan teknologi, saat ini tersedia pil KB menggunakan dosis rendah sehingga dapat menekan resiko terserang kanker payudara. Esterogen dosis rendah juga memiliki efek samping yang ringan tidak seperti pil KB berdosis tinggi.

Gemar Makanan Junk Food

            Hobi makan junk food ternyata tidaklah memberi efek positif pada tubuh. Makanan cepat saji ini tergolong makanan tidak sehat dan memiliki kandungan sedikit nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Rendahnya nutrisi menjadi penyebab junk food menjadi pemicu utama kanker payudara. Junk food memiliki kalori, gula, garam dan lemak dalam jumlah tinggi. Tentu saja hal ini dapat menimbulkan kegemukan dan masalah kesehatan apabila dikonsumsi terus-menerus.

Makan Saat Tengah Malam

            Kebiasaan yang sering dilakukan wanita adalah makan atau ngemil. Ngemil dianggap wanta sebagai cara efektif untuk mengobati rasa stress. Segala pelampiasan emosi biasanya akan diluapkan dengan cemilan. Hal tersebut sah saja dilakukan asal tidak berlebihan mengingat kondisi stress yang tidak teratasi bisa berakibat depresi. Sehingga wanita perlu meluapkan kekesalan dan kegelisahannya dengan cara yang baik.

Kebiasaan tersebut bisa menjadi buruk apabila dilakukan saat malam hari. Ini karena makan atau ngemil saat tengah malam dapat memicu kanker payudara. Kadar glukosa yang mengalir dalam tubuh akan meningkat karena saat malam hari glukosa tidak berubah. Kadar tinggi glukosa akan menetap. Berbeda dengan siang hari, glukosa dapat diubah menjadi energi. Pada siang hari, kerja metabolisme meningkat dibandingkan dengan malam hari.

Suka Makanan Berlemak dan Seafood

            Bagi yang suka makanan berlemak atau segala bentuk olahan seafood, sebaiknya pikirkan kembali asupan makanan anda! Makanan berlemak tidak hanya memicu obesitas, namun juga dapat memicu berkembangnya sel kanker payudara pada wanita. Tidak hanya kenaikan berat badan secara drastis, lemak dalam seafood mengandung kolesterol yang sangat berbahaya bagi tubuh. Ketika kenaikan berat badan terjadi saat menopause, justru akan meningkatkan resiko terserang kanker payudara.

Dalam tubuh sel-sel lemak bergerak aktif menghasilkan hormon-hormon yang mengalir bersama aliran darah. Berlebihan mengkonsumsi makanan berlemak dapat mengubah hormon esterogen. Sel lemak juga dapat merusak sel yang berfungsi untuk kekebalan tubuh sehingga dapat menimbulkan peradangan.

Bekerja pada Malam Hari

            Tanpa disadari, keasyikan bekerja pada malam hari dapat menimbulkan masalah besar di kemudian hari. Ini tidak hanya berlaku bagi wanita yang begadang saja, namun juga wanita pekerja yang memiliki jam kerja secara shift. Bukan hanya menggangu tubuh, secara fisik wanita juga akan merasa kurang tidur dan cepat lelah. Bila dilakukan terus menerus bisa memicu sel kanker payudara menjadi aktif.

Aktifnya sel kanker payudara disebabkan adanya gangguan kerja hormon. Salah satu hormon yang dapat terganggu adalah melatonin. Ini dipengaruhi oleh perubahan jam tidur malam. Kasus ini sering diijumpai pada penderita kanker payudara. Sehingga wanita yang memiliki jam bekerja pada malam hari lebih beresiko terserang kanker payudara daripada yang bekerja pada siang hari.

Jarang Melakukan Aktifitas Fisik

            Setelah menopause, maka kondisikan tubuh tetap bugar dengan melakukan aktifitas fisik, seperti berolahraga secara teratur. Beraktifitas fisik dapat mencegah kegemukan yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Tidak perlu beraktiftas berat untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Banyak aktifitas lain yang bisa dikerjakan, misalnya bersih-bersih rumah, jalan kaki, berkebun, bermain dengan anak-anak, mencuci baju dan lain-lain.

Agar terhindar dari kanker payudara, sebaiknya ubah kebiasaan buruk menjadi melakukan hal baik yang berguna bagi kesehatan diri sendiri. Mengubah pola gaya hidup dapat akan menurunkan resiko kanker payudara. Kesehatan diri sendiri dijaga oleh diri sediri, bukan orang lain.

Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

Kenali Jenis-Jenis Kanker, Gejala, Resiko, Pencegahan Dan Rekomendasi Cara Mengatasinya

Artikel ini adalah informasi mengenati jenis-jenis kanker, resiko, gejala, pencegahan dan rekomendasi cara mengatasinya.

Untuk memudahkan membaca informasi dalam artikel ini, kami menyediakan link daftar isi agar Anda dapat langsung menuju ke informasi yang diinginkan:

Daftar Isi Artikel Mengenai Kanker:

  1. Jenis-Jenis Kanker
  2. Resiko Kanker
  3. Gejala Kanker
  4. Pencegahan Kanker
  5. Rekomendasi Cara Mengatasi Kanker

Jenis-Jenis Kanker

  • KANKER PAYUDARA
    Kanker Payudara adalah kanker yang menyerang organ payudara. Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui.
  • KANKER KULIT MELANOMA
    Kanker kulit melanoma merupakan jenis kanker yang dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala melanoma. Hal ini bisa terjadi di seluruh tubuh, tapi beberapa bagian tubuh yang sering terkena kemunculannya adalah, wajah, tangan, punggung dan kaki.
  • KANKER LAMBUNG
    Kanker lambung merupakan jenis kanker yang menggerogoti lambung, yaitu organ di dalam rongga perut manusia yang menjadi salah satu bagian dari sistem pencernaan. Penyakit ini dapat diidap oleh orang-orang pada segala usia, meski sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas.
  • KANKER DARAH ATAU LEUKEMIA
    Kanker darah atau leukemia merupakan penyakit kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Dalam kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul
  • KANKER HATI
    Kanker hati adalah tipe kanker paling umum kelima di antara laki-laki dan ketujuh di antara wanita. Sekitar 85% kasus kanker hati di dunia terjadi di negara-negara yang masih berkembang.
  • KANKER LIDAH
    Kanker lidah merupakan jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel lidah. Kanker lidah paling sering tumbuh dan berkembang pada sel-sel skuamosa yang ada di permukaan lidah. Jenis kanker lidah ini dikenal dengan istilah karsinoma sel skuamosa.
  • KANKER MULUT
    Kanker mulut merupakan jenis kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut. Misalnya pada lidah, gusi, bibir, dinding mulut, serta langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening.
  • KANKER MATA
    Kanker mata merupakan jenis kanker yang jarang terjadi dan bisa menyerang bagian luar mata (misalnya, kelopak mata) atau bagian dalam mata (kanker intraokular). Selain itu, kanker ini juga bisa terjadi akibat penyebaran dari kanker pada organ lain.
  • KANKER OTAK
    Tumor otak adalah hasil dari pertumbuhan sel-sel di otak secara tidak wajar dan tidak terkendali. Tidak semua tumor otak bersifat ganas sehingga bisa dikategorikan sebagai kanker. Kanker otak ganas adalah tumor yang cepat menyebar ke bagian lain otak dan tulang belakang.
  • KANKER TIROID
    Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di dalam kelenjar tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lainnya.
  • KANKER SERVIKS
    Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Sekilas Info Tentang Kanker

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Gejala Umum Seputar Kanker

Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu:

  1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
  2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
  3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
  4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
  5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal.
  6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
  7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.

Pencegahan Kanker

Sebagian besar jenis kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker. Meskipun penyebab kanker secara pasti belum diketahui, setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan dengan cara hidup sehat dan menghindari penyebab kanker:

Selalu Konsumsi makanan sehat untuk mencegah tumbuhnya sel kanker:

  1. Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan
    • Lebih banyak makan makanan berserat.
    • Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan, beberapa kali sehari
    • Lebih banyak makan makanan segar
    • Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama
    • Membatasi minuman alkohol
  2. Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual
  3. Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok: berhenti merokok.
  4. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress
  5. Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.

Kenali Faktor Resiko Kanker Agar Dapat Terhindar Dari Penyakit Kanker

  1. Bahan Kimia
    Zat-zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama. Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker.
  2. Penyinaran yang berlebihan
    Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif, sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.
  3. Virus
    Beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik.
  4. Hormon
    Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dari selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).
  5. Makanan
    Zat atau bahan kimia yang terdapat pada makanan tertentu dapat menyebabkan timbulnya kanker misalnya makanan yang lama tersimpan dan berjamur dapat tercemar oleh aflatoxin. Aflatoxin adalah zat yang dihasilkan jamur Aspergillus Flavus yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker hati.

Rekomendasi Cara Mengatasi Kanker Tanpa Operasi

Berhubung panjang nya artikel yang akan di bahas pada rekomendasi cara mengatasi kanker atau tumor dimanapun letaknya maka kami buatkan artike terpisah silakan klik disini!

Demikianlah informasi mengenai kanker mulai dari jenis-jenis kanker, gejala, penyebab, pencegahan, faktor resiko hingga cara mengatasi kanker, semoga dapat membantu Anda ataupun kerabat Anda terhindar dari penyakit kanker.

Apabila ada informasi mengenai kanker yang tidak tercantum di website kami, silakan hubungi kami melalui halaman contact.

Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

5 Penanganan Medis yang Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara

5 Penanganan Medis yang Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara 3 5 Penanganan Medis yang Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara, Perkembangan sel kanker payudara yang berlangsung selama bertahun-tahun banyak yang tidak disadari oleh para wanita. Ini menyebabkan sel kanker berkembang dan menyebar pada jaringan tubuh lain. Untuk itu perlu segera dilakukan penanganan medis untuk menyembuhkan penderita kanker payudara.

1. Pembedahan

Pembedahan merupakan penanganan medis yang paling umum dilakukan pada kasus kanker payudara. Pembedahan yang dilakukan dengan mengangkat benjolan tumor dan sejumlah jaringan normal disekitar tumor disebut lumpectomy. Ada juga jenis pembedahan mastectomy, yaitu pembedahan dengan cara mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker dan dinding otot dada yang berada di bawah payudara. Kedua pembedahan tersebut dilakukan atas dasar lokasi kanker, ukuran kanker dan seberapa luas penyebaran kanker yang terjadi.

Tindakan pembedahan memberikan berbagai macam efek setelahnya. Secara fisik, bentuk dan ukuran payudara akan mengalami perubahan. Perubahan fisik tersebut dapat menjadi permanen. Keluhan nyeri, bengkak, kaku dan lelah akan dirasakan dalam waktu yang cukup lama. Karena itu banyak pasien dalam masa pemulihan mengeluhkan ketidaknyamanan pasca pembedahan.

Bagi wanita, payudara memegang peranan penting demi mendapatkan tubuh yang ideal. Selain itu wanita menganggap payudara sebagai identitas seksual. Perubahan fisik akibat pembedahan tentu akan mempengaruhi perasaan dan pskologis mereka. Semua masalah itu akan menjadi penyebab perubahan pola pikir pada wanita.

2. Radiasi

Radiasi merupakan salah satu bentuk terapi yang diberikan pada penderita kanker payudara. Fungsinya untuk membunuh dan menghambat perkembangan dari sel kanker. Terapi radiasi menggunakan X-ray yang memiliki energi tinggi. Kadar sinar X-ray yang diberiikan tergantung dari seberapa jauh sel kanker menyebar, tipe kanker dan kadar kanker itu sendiri. Ada dua terap yang diberikan kepada pasien, yaitu radiasi internal dan eksternal.

Terapi radiasi biasanya diberikan kepada pasien bersamaan dengan penanganan kanker payudara yang lain, seperti saat pembedahan atau kemoterapi. Radiasi bisa dilakukan sebelum, sesudah atau bahkan saat dilakukan penanganan medis yang lain. Radiasii yang dilakukan sesudah peananganan bisa membunuh sel kanker yang masih tersisa. Sedangkan apabila dilakukan saat berlangsungnya pembedahan, maka dapat langsung menuju titik kanker tanpa menyentuh kulit penderita.

Setelah menjalani terapi radiasi penderita akan merasakan mual, muntah, penurunan kadar sel darah putih, peradangan, dan reaksi kulit seakan terbakar. Radiasi dapat menyebabkan luka kecil pada paru-paru sehingga penderita merasa sesak dan batuk. Tak jarang penderita yang masih merasa lelah berlebihan meskipun telah menyelesaikan terapi.

3. Rekonstruksi Payudara

Rekonstruksi payudara biasa menggunakan implan dari silikon atau mengambil jaringan dari bagian tubuh lannya. Bersamaan dengan mastektomi, rekonstruksi ini bisa dilakukan. Bisa juga dilakukan kapan saja di kemudian hari. Sayangnya keamanan pemakaian silikon saat ini dipertanyakan. Ini karena banyak terjadi kasus silikon yang merembes sehingga menyebabkan implant berubah menjadi keras dan bentuknya terlihat aneh. Bahayanya lagi silikon yang merembes dapat masuk dan mengalir dalam aliran darah.

4. Kemoterapi

Saat dilakukan penanganan kemoterapi, maka penderita akan diberikan obat-obatan anti kanker dalam bentuk cair atau kapsul. Pemberian obat ini bisa dilakukan melalui infuse. Tujuan proses pemberian obat ini adalah untuk membuhuh sel kanker. Jadwal kemoterapi pada setiap penderita berbeda-beda disesuaikan dengan stadium kanker yang diderita.

Cara kerja obat pada saat kemoterapi adalah dengan membunuh atau meracuni sel-sel kanker, menghentikan dan mengontrol pertumbuhan sel kanker sehingga kanker tidak menyebar ke jaringan tubuh lain. Sayangnya, obat anti kanker tersebut dapat membunuh sel lain yang dapat membelah aktif karena belum bisa mengenali sel kanker secara spesifik. Jenis kemoterapi dibagi menjadi dua, yaitu kemoterapi sistematik dan kemoterapi regional.

Kemoterapi yang diberkan pada pendeita memiliki efek yang berbeda-beda. Efek fisik yang dirasakan tergantung darii seberapa sehat penderita sebelum dilakukan pengobatan dan seberapa besar kanker yang menyebar. Penderita yang telah menjalani kemoterapi memerlukan perawatan lebih karena beresiko lebih besar terserang infeksi. Selain itu kerontokan rambut akan dialami penderita sebagai akibat dari kemoterapi. Banyak wanita yang kehilangan percaya diri karena penampilannya berubah setelah menjalani kemoterapi.

5. Obat Penghambat Hormon

Obat penghambat hormon akan segera diberikan setelah dilakukan pembedahan, kemudian berlanjut setelah beberapa bulan. Fungsinya adalah untuk menghambat sel kanker kembali aktif dan bisa memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara. Obat tersebut mengandung esterogen dan memiliiki sifat mengurangi resiko penyakit jantung dan osteoporosis. Akan tetapi, obat ini tidak akan mencegah kekerngan vagina yang sering terjadi saat menopause.

Semua penanganan medis yang dilakukan dokter adalah tindakan terbaik meskipun menimbulkan berbagai macam efek yang berbeda pada masing-masing penderita kanker payudara. Sebaiknya, lakukan setiap tahap pengobatan dengan ikhlas dan pikiran positif. Jangan lupa selalu berdoa agar dapat memulihkan kondisi tubuh.

Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

Heboh Obat Kanker Trastuzumab Yang Tidak Ditanggung Lagi Oleh BPJS

Beberapa hari belakangan ini ada berita heboh tentang obat kanker trastuzumab yang tidak ditanggung oleh BPJS per 1 April 2018, kabar yang sempat beredar karena mahalnya obat tersebut kurang lebih 25 juta per 1x injeksi, sementara penderita kanker payudara harus menjalani kemoterapi sebanyak 8 – 16x sesi kemoterapi, berarti total biaya kemoterapi menggunakan obat kanker trastuzumab membutuhkan sekitar kurang lebih 400jt rupiah untuk memenuhi 16 x sesi kemoterapi.

obat kanker trastuzumab herceptin

Dilain hal.. inilah penjelasan dari pihak BPJS berkaitan dengan hal tersebut.

Berikut penjelasan BPJS Kesehatan:

1. Komitmen BPJS Kesehatan adalah memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memperoleh manfaat jaminan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan medis dan efektivitas pelayanan. Dalam penjaminan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan Kementerian Kesehatan juga Dewan Pertimbangan Klinis, dan Tim Kendali Mutu dan Biaya.

2. Terkait dengan tidak dijaminnya Obat Transtuzumab hal ini sudah sesuai dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Klinis yang menyatakan bahwa obat Trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi.

3. Keputusan tersebut berlaku sejak 1 April 2018, namun untuk peserta JKN-KIS yang masih menjalani terapi obat Trastuzumab dengan peresepan protokol terapi obat sebelum tanggal 1 April 2018, yang akan tetap dijamin oleh BPJS Kesehatan sampai dengan siklus pengobatannya selesai sesuai dengan peresepan maksimal Formularium Nasional.

4. Dengan demikian, dikeluarkannya obat Trastuzumab dari paket Manfaat Program JKN-KIS tidak akan menghambat akses pengobatan kanker payudara bagi Peserta JKN-KIS karena masih banyak pilihan obat lain yang tercantum di dalam Formularium Nasional. Dokter penanggung jawab pasien akan memilih obat untuk terapi kanker payudara pasien sesuai dengan pertimbangan kondisi klinis pasien.

Berita ini dikutip dari sumber: megapolitan.kompas.com

Kabar buruk ini tidak terlalu berdampak bagi penderita kanker payudara yang menjalani terapi dengan Ling Shen Yao, karena harganya yang tidak terlalu mahal dan berdampak positif bagi penderita kanker payudara menjadi lebih baik lagi kondisinya dan dapat menjadi sembuh total, hingga tuntas tanpa bekas sampai ke akarnya tidak akan tumbuh lagi.

APA ITU LING SHEN YAO?

Pilihan Tepat Pengobatan Alternatif dan Komplementer, Terapi tanpa operasi, alami, aman, berkhasiat, berkualitas dan teregistrasi di BPOM adalah terapi yang dibutuhkan begitu banyak perempuan penderita Miom, Kista, Endometriosis, Kanker, Tumor.

Dan Ling Shen Yao menjawab semua kebutuhan itu.

PENGOBATAN TANPA OPERASI

  • Dengan metoda adaptogen, obat bekerja secara holistik menuntaskan Miom/Kista/Kanker hingga ke akaranya.
  • Selain sifatnya yang rekontruktif, obat herbal juga mampu menyembuhkan penyakt secara keseluruhan, bersifat kuratif.
  • Zat aktif pada obat herbal dapat membantu dalam perbaikan sel maupun jaringan rusak yang ada pada tubuh yang terserang penyakit.
  • Obat herbal Ling Shen Yao mampu memperbaiki fungsi organ tubuh yang mengalami kerusakan akibat penyakit.

TANPA EFEK SAMPING

KENAPA HARUS PAKAI LING SHEN YAO?

1. ALAMI

Terbuat dari 100% ekstrak herbal berkhasiat

Komposisi Ling Shen Yao:

  • Panax ginseng radix
  • Ganoderma lucidum
  • Ophiopogonis japonicas radix
  • Panax pseudoginsengn radix
  • Ligusticum walichii

Kandungan dalam obat herbal Ling Shen Yao memiliki sifat probiotik yang ramah terhadap segala jenis bakteri di dalam tubuh.
Tidak menyebabkan ketergantungan meskipun dikonsumsi dalam waktu yang lama.

2. AMAN TANPA EFEK SAMPING

Manfaat dan Keamanan Ling Shen Yao Sudah Terbukti Secara Ilmiah

Telah diuji Pra Klinis di Lab. Perguruan Tinggi Negeri Terakreditasi.

  • Uji Toksisitas Akut
  • Uji Kanker Ovarium (Sel SK-OV)
  • Uji Sel Kanker Payudara (T-47 D)
  • Uji Immunostimulant

3. BERKHASIAT

  • Membantu menghambat dan menekan pertumbuhan sel kanker.
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh (immunostimulant).
  • Melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
  • Membantu menormalisasi metabolisme tubuh.
  • Meredakan efek samping dari kemoterapi dan terapi radiasi lainnya.
  • Membantu mengatasi gangguan kehamilan.

4. BERKUALITAS

Produk Ling Shen Yao telah mendapatkan Sertifikat sebagai Obat Herbal Terstandar dari BPOM RI.

Proses pembuatan produk Ling Shen Yao telah memperoleh Sertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Herbal yang Baik) dari BPOM RI.

  • Kualitas obat sudah memenuhi standar BPOM.
  • Proses pembuatan obat sudah memenuhi standar jaminan mutu yang diakui dunia.

Ket:

  • Sertifikat Obat Herbal Terstandar diberikan kepada obat tradisional yang diproduksi dengan teknologi maju dan higienis serta telah diuji secara ilmiah.
  • CPOTB (Cara Pembuatan Obat Herbal yang Baik) merupakan sertifikat yang dikeluarkan BPOM yang menyatakan seluruh aspek pembuatan obat tradisional telah memenuhi persyaratan kelayakan dasar untuk menerapkan sistem jaminan mutu yang diakui dunia internasional.

5. TEREGISTRASI

Ling Shen Yao Sudah Teregistrasi di BPOM

  • Serbuk NO POM TR 023 216 331
  • Tablet NO POM TR 033 522 281

Silakan Cek Testimoni Pemakai Ling Shen Yao untuk masing-masing kasus, seperti Tumor, Kanker, Kista, Miom, Endometriosis, dimanapun letaknya dapat dibantu dengan Ling Shen Yao

*Disclaimer: Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung dari situasi tubuh masing-masing orang.

Terapi Ling Shen Yao Untuk Keluhan Kanker Payudara

“Terbebas dari Kanker Payudara”

Saat merayakan tahun baru 2001, tiba-tiba Netty merasakan denyutan di payudara kirinya. Semula ia pikir itu denyutan biasa. Makin hari, denyutan itu semakin menimbulkan rasa sakit. Ketika dia periksa ke dokter, dinyatakan hanya kelenjar biasa. Namun sebulan kemudian, denyutan itu kian meradang.

Diberi obat, namun rasa sakitnya tak hilang juga. Bahkan, selain rasa sakit tersebut mulai menjalar ke punggung dan lengan kiri, kaki kirinya pun mulai bengkak, lebam seperti orang mengidap sakit beri-beri. “Besar sekali, betis saya ukurannya hampir sama dengan ukuran paha,” kata Netty.

Kian hari kian menyiksa. Tidak berselera makan, suhu badannya tinggi dan jantungnya pun berdebar-debar. Menyadari kondisinya yang kian memburuk itu, bersama suaminya, pertengahan tahun 2001, Netty berobat ke Pekanbaru. Diagnosanya saat itu kanker payudara. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mengharuskan segera operasi pengangkatan benjolan di payudara tersebut. “Untuk operasi, terus terang saya takut, karena banyak kejadian, setelah operasi, kankernya malah lebih ganas,” kata Netty.

Netty memutuskan tidak jadi dioperasi. Sejak itulah ia melakukan berbagai pengobatan hingga ke Singapura namun belum juga membuahkan hasil. Siang malam Netty meradang menahan sakit. Selain bobot tubuhnya turun karena tidak berselera makan, rambutnya pun mulai rontok, karena sakit kepala yang berkepanjangan. Berbagai pengobatan alternatif juga telah dia upayakan, juga tidak membuahkan hasil. Malahan, rasa sakit yang sebelumnya cuma menyerang bagian kiri, telah menjalar ke bagian kanan.

“Di payudara kanan saya pun telah tumbuh pula benjolan baru. Rasa sakitnya pun menjalar ke punggung belakang, lengan hingga ke kaki. Kedua kaki saya pun akhirnya bengkak pula. Saat itulah, saya benar-benar membayangkan tidak akan berumur panjang,” kata Netty.

Pada masa-masa puncak menahan sakit itulah anak keduanya, membaca artikel tentang Ling Shen Yao di sebuah tabloid wanita. ”Langsung saya coba. Alhamdulillah, hanya dalam waktu tiga hari, langsung ada perubahan terhadap fisik saya. Rasa sakitnya mulai berkurang. Pikiran mulai tenang, makan mulai mau dan saya pun tidak gelisah lagi. Khasiat nyata makin terasa, setelah dua minggu. Selain bengkak di kedua kaki sudah menyusut, sakit kepala pun hilang. Suhu badan tidak tinggi lagi, bahkan jantung saya pun tidak berdebar-debar lagi. Sejak itulah, kian waktu saya rasakan tubuh saya kian sehat. Percaya diri saya pun pulih kembali,” kata Netty.

Walau baru enam bulan ia mengkonsumsi Ling Shen Yao, dia merasakan badannya sudah benar-benar sehat, terbukti benjolan di kedua payudaranya sudah mengecil. Netty tetap terus mengkonsumsi serbuk tersebut. ”Makin lama, benjolannya makin kecil dan akhirnya hilang sama sekali. Terakhir awal Januari 2003 lalu, saya kontrol ke  Malaysia. Dokter yang memeriksa saya memastikan, bahwa tidak ada kanker lagi di kedua payudara saya, bahkan seluruh tubuh saya pun dia pastikan bebas dari kanker. Saya bersyukur Alhamdulillah, atas kesembuhan itu,” kata Netty.

Cara Kerja Ling Shen Yao

Metode dan cara kerja Ling Shen Yao dalam membantu penderita kanker, kista, miom, tumor, endometriosis cukup unik yaitu dengan metode Adaptogen.

Metoda adaptogean adalah suatu metoda yang ditemukan oleh ilmuwan jepang yang digunakan sebagai dasar pengobatan yang aman dan efektif, sehingga dimanapun letak kankernya dapat diatasi dengan metode Adaptogen ini.

Metoda adaptogen memiliki 3 kriteria sebagai:

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh
  2. Menormalisasi/memperbaiki metabolisme tubuh
  3. Tidak mengandung efek samping dan dapat dikonsumsi oleh segala usia maupun orang hamil.

LING SHEN YAO TELAH TERUJI SECARA ILMIAH

Ling Shen Yao telah teruji terhadap sel kanker secara in vitro di Departemen Farmasi ITB, sebagai berikut:

  • Uji Sel Kanker Ovarium (Sel SK-OV)*
  • Uji Sel Kanker Payudara (T47D)*

Hasilnya menunjukkan bahwa Ling Shen Yao menghambat dan menekan perkembangan sel kanker.

Uji Immunostimulasi**

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ling Shen Yao bermanfaat sebagai pengobatan terhadap kanker dan tumor, serta meningkatkan imunitas dan membantu menormalisasi metabolism tubuh.

Sumber:

  • *A.A. Soemardji, Tan, M.I., (2003), Laporan Penelitian: Pengaruh Tablet Jamu “Ling Shen Yao” terhadapt Sel Kanker Payudara dan Ovarium, Departemen Farmasi FMIPA ITB)
  • ** Iwo, M.I., A.A. Soemardji., (2003), Laporan Penelitian: Uji Efek Imunostimulasi Tablet “Ling Shen Yao”, PT. Tiga Puspa, Departemen Farmasi FMIPA ITB.

MANFAAT LING SHEN YAO

Ling Shen Yao bermanfaat sebagai pengobatan berbagai jenis penyakit kanker, kista, mioma dan Tumor, hepatitis (gangguan hati), gangguan organ tubuh lainnya, meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu menormalisasi metabolisme tubuh.

Ling Shen Yao dapat dikombinasikan dengan Kemoterapi, Penyinaran, Operasi dan Pengobatan Medis lainnya serta pengobatan altenatif seperti akupunktur dan obat tradisional lainnya.

Ling Shen Yao digunakan 2 jam sebelum kemoterapi, bermanfaat untuk meredakan efek samping dari kemoterapi.

Apabila dikombinasikan dengan pengobatan medis atau alternatif lainnya, Ling Shen Yao digunakan 2 jam sebelum atau sesudah penggunaan yang lainnya.

LING SHEN YAO DAN PENGOBATANNYA

Dalam pengobatan sangan dianjurkan mengkonsumsi Ling Shen Yao secara rutin dan teratur supaya fungsi Ling Shen Yao akan efektif dan dapat dirasakan manfaatnya dengan baik oleh tubuh. Lama pengobatan tergantung dari jenis dan stadium penyakit yang diderita serta resnpon tubuh seseorang terhadap penerimaan Ling Shen Yao.

Pengobatan tahap awal/stadium dini dibutuhkan waktu antara 1 s.d. 3 bulan.

Pengobatan untuk penyakit tahap menengah dan tahap lanjut dibutuhkan waktu 3 s.d. 6 bulan atau 6 s.d. 12 bulan.

POLA MAKAN SEHAT

Dalam masa pengobatan, pasien dianjurkan mengkonsumsi makanan yang baik bagi kesehatan, seperti: makanan yang banyak mengandung serat, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, jamur-jamuran, dll.

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak (kolesterol), jeroan, makanan yang mengandung bahan kimia (pengawet, pewarna, perasa) dan kurangi makanan yang berasal dari hewani. Dianjurkan mengkonsumsi makanan vegetarian.

KOMPOSISI

  • Radix pseudoginseng                     10.00 mg
  • Ligusticum walichii                          18.75 mg
  • Ophiopogonis japonicus                57.50 mg
  • Ganoderma lucidum                       18.75 mg
  • Lain-lain                                               20.00 mg

KEGUNAAN

  • Meredakan efek samping dari kemoterapi dan terapi radiasi*
  • Sebagai terapi pendamping dalam terapi kanker (Complementary Cancer Therapy)
  • Mencegah terjadinya kanker (Carcino Preventive)
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh (immunostimulant)
  • Membantu pemulihan pengobatan kanker, kemoterapi dan terapi radiasi lainnya
  • Membantu menormalisasi metabolisme tubuh.

DOSIS

Dosis Pemakaian Ling Shen Yao Kapsul

  • Anak-anak           : 2×4 tablet/hari
  • Dewasa                : 3×4 s.d. 4×4 tablet/hari
  • Untuk penderita tahap awal 2 x 4 s.d. 3 x 4 tablet/hari
  • Untuk penderita tahap menengah dan berat 3 x 4 tablet/hari s.d 4×4 tablet/hari

Keterangan: Lebih baik diminum dengan air hangat.

Dosis Pemakaian Ling Shen Yao Serbuk:

1 sachet/hari ditambah 1 liter (4 gelas) air lalu digodok (dengan api sedang) sampai mendidih +/- 20 menit sambil sesekali diaduk. Diminum 3 x 1 gelas (@+/- 200ml)/hari. Untuk penderita tahap berat: 1.5 sachet s.d. 2 sachet/hari.

Peringatan: Gunakan panci keramik, tanah liat/pyrex, hindari penggunaan panci stainless/alumunium.

KEMASAN

  • Botol berisi 10 kapsul, NO, POM TR. 233-004-221
  • Serbuk berisi 10 sachet, NO POM TR 023 216 331

KANDUNGAN BIOLOGICALLY ACTIVE LING SHEN YAO

1. Radix pseudoginseng

Mengandung: Ginsenosides, Triterpene Saponins
Manfaat: Anti Karsinogenik

2. Ligusticum wallichii

Mengandung: Tetra Metil Pirazin (TMP)
Manfaat: Memperbaiki gangguan sirkulasi darah, anti oksidan, nefroprotektif terhadap pengobatan anti kanker sisplatin (CP).

3. Ophiopogon japonicus

Mengandung: Ruscogenin, Ophiopogonin D
Manfaat: Anti inflamasi

4. Ganoderma lucidum

Mengandung: Polisakarida, Germanium, Triterpenoids
Manfaat: Anti karsinogenik/tumor, mencegah metastasis, sebagai imunostimulan

Berapa harga obat kanker payudara Ling Shen Yao?

Cara Menghindari Tumor Atau Kanker Payudara

Obat herbal kanker payudara Ling Shen Yao Kapsul:

NO, POM TR. 233-004-221

Harga: Rp. 340.000/box isi 10 kapsul (untuk pemakaian 3 hari)

DOSIS PEMAKAIAN Ling Shen Yao Kapsul

Pengobatan:

ퟀ�” Dewasa : 3×1 kapsul/hari
ퟀ�” Anak-anak : 2×1 kapsul/hari

Pemeliharaan : 1×1 kapsul/hari

 


obat untuk kanker payudara Ling Shen Yao Serbuk Obat untuk kanker payudara Ling Shen Yao Serbuk:

NO POM TR 023 216 331

Harga: Rp. 570.000/Box isi 10 sachet (untuk pemakaian 10 hari)

DOSIS PEMAKAIAN Ling Shen Yao Serbuk

Pengobatan:
ퟀ�” Dewasa : 1 s.d. 2 sachet /hari
ퟀ�” Anak-anak : ½ sachet/hari

Pemeliharaan : ½ sachet/hari

Dengan Ling Shen Yao membutuhkan biaya hingga 400 juta rupiah seperti obat kanker trastuzumab herceptin melalui 8-16 sesi kemoterapi untuk mengobati kanker payudara yang Anda derita.

Info Dan Pemesanan :
WA: 089-666-310-260
Klik tombol di bawah untuk pesan melalui WhatsApp secara otomatis

Semoga dengan terapi alternatif Ling Shen Yao sebagai obat Kanker Payudara dapat menjadi jalan kesembuhan untuk Anda kembali normal seperti sedia kala. Aamiin

Silakan konsultasikan keluhan Anda dengan Tim Spesialis Kami yang Berpengalaman Lebih Dari 10 thn Membantu Penderita Kanker, Tumor, Kista, Miom, Endometriosis.

Apabila artikel ini bermanfaat silakan share menggunakan tombol disamping kiri atau gunakan tombol reaction dibawah ini. Kemungkinan ada teman terdekat Anda yang membutuhkan namun kita tidak mengetahuinya, dan kita dapat membantunya memberikan informasi yang dia butuhkan.

Baca Juga:

  • 8 Gejala Kanker Payudara yang akan Dirasakan Penderita?
  • Kenali Jenis-Jenis Kanker, Gejala, Resiko, Pencegahan Dan Rekomendasi Cara Mengatasinya
  • 6 Manfaat Bergabung dengan Komunitas Kanker Payudara Bagi Penderita
  • Makanan Sehat untuk Cegah Kanker Payudara
  • Kenali Jenis-Jenis Kanker, Gejala, Resiko, Pencegahan Dan Rekomendasi Untuk Mengatasinya
  • 7 Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Kanker, Tumor, Kista, Miom
  • 8 Cara Pencegahan Berkembangnya Sel Kanker Payudara Menggunakan Bahan Alami
  • Obat Herbal Untuk Kanker Payudara Ini Banyak Membantu Puluhan Pasien
  • 13 Makanan yang Dianjurkan Dikonsumsi Untuk Menghambat Penyebaran Kanker Payudara
  • 4 Cara Mengatasi dan Mengetahui Perubahan Payudara Karena Kanker Sejak Dini
  • Mengenal Tahapan Kanker Payudara

    Aktris Angelina Jolie beberapa tahun lalu mengambil keputusan berani untuk melakukan mastektomi ganda. Pilihan Jolie itu bukan tanpa alasan. Ia merupakan carrier (pembawa gen mutasi) breast cancer susceptibility gene 1 (gen BRCA 1) yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan kanker indung telur atau ovarium.

    Mutasi gen tersebut ditemukan karena bintang Hollywood ini memilih untuk diuji. Merunut sejarahnya, ibu Jolie didiagnosa menderita kanker ovarium. Pada 2007, Marcheline Bertrand, ibu Jolie meninggal dunia karena kanker tersebut saat berusia 56 tahun.

    Gen BRCA 1 dan BRCA 2 merupakan jenis penekan tumor. Saat berfungsi normal, gen tersebut membantu mencegah pertumbuhan sel tak terkendali yang bisa menyebabkan tumor ganas.

    Sebaliknya, ketika gen BRCA mengalami kerusakan mutasi, hal itu dapat mengarah pada pengembangan kanker payudara dan kanker ovarium yang diturunkan.

    Mutasi genetik hanya merupakan 5 sampai 8 persen dari semua kasus kanker payudara, demikian yang dikatakan pemimpin redaksi medis NBC, Nancy Snyderman yang dilansir Kompas.com pada (30/3/2015). Mayoritas penderita kanker payudara tidak memiliki mutasi BRCA.

    Aktris Angelina Jolie beberapa tahun lalu mengambil keputusan berani untuk melakukan mastektomi ganda. Pilihan Jolie itu bukan tanpa alasan. Ia merupakan carrier (pembawa gen mutasi) breast cancer susceptibility gene 1 (gen BRCA 1) yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan kanker indung telur atau ovarium.    Mutasi gen tersebut ditemukan karena bintang Hollywood ini memilih untuk diuji. Merunut sejarahnya, ibu Jolie didiagnosa menderita kanker ovarium. Pada 2007, Marcheline Bertrand, ibu Jolie meninggal dunia karena kanker tersebut saat berusia 56 tahun.     Gen BRCA 1 dan BRCA 2 merupakan jenis penekan tumor. Saat berfungsi normal, gen tersebut membantu mencegah pertumbuhan sel tak terkendali yang bisa menyebabkan tumor ganas.     Sebaliknya, ketika gen BRCA mengalami kerusakan mutasi, hal itu dapat mengarah pada pengembangan kanker payudara dan kanker ovarium yang diturunkan.     Mutasi genetik hanya merupakan 5 sampai 8 persen dari semua kasus kanker payudara, demikian yang dikatakan pemimpin redaksi medis NBC, Nancy Snyderman yang dilansir Kompas.com pada (30/3/2015). Mayoritas penderita kanker payudara tidak memiliki mutasi BRCA.

    “Ini bukan tes acak (untuk Jolie),” kata Snyderman.

    Berpijak dari hasil tes genetika tersebut, Jolie memilih tindakan mastektomi untuk menurunkan risiko terkena kanker payudara.

    Kanker memang menjadi salah satu masalah kesehatan dunia yang menyebabkan kematian cukup tinggi. Para peneliti kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis, ada sekitar 18 juta kasus kanker baru di dunia pada 2018. Jumlah kematian akibat kanker melampaui 9 juta jiwa.

    Time.com pada Jumat (14/9/2018) melansir, hampir 10 juta orang di seluruh dunia akan meninggal karena kanker tahun ini. Laporan itu berdasarkan perkiraan baru dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

    Laporan IARC yang diterbitkan Rabu (12/9/2018) dalam jurnal A Cancer Journal for Clinicians, didasarkan pada data insiden kanker dari 185 negara di seluruh dunia.

    Para peneliti memperkirakan bahwa akan ada 18,1 juta diagnosis baru kanker dan 9,6 juta kematian akibat kanker pada 2018. Angka tersebut meningkat dibanding enam tahun lalu, ketika diagnosis kanker diperkirakan mencapai 14,1 juta dan kematian 8,2 juta.

    Para peneliti IARC memprediksi, sekitar satu dari 8 pria dan satu dari 11 wanita, pada akhirnya akan meninggal karena kanker. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kedua diagnosis yang diproyeksikan (2,1 juta) dan kematian (1,8 juta) di seluruh dunia.

    Setelah kanker paru-paru, kanker yang paling umum adalah payudara, kolorektal, prostat, dan perut. Kanker payudara sendiri diperkirakan mencapai sekitar 2,1 juta diagnosa pada 2018.

    Jenis dan sasaran kanker sangat variatif tergantung kondisi geografis dan perkembangan sosial ekonomi. Namun, hampir setengah dari diagnosa kanker baru dan lebih dari separuh kematian yang diakibatkannya berpotensi terjadi di Asia.

    Penderita kanker terbanyak di Indonesia adalah perempuan, di mana kanker payudara menempati peringkat teratas kasus kanker di Indonesia.

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kemenkes pada 2013, kanker payudara merupakan salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia. Angkanya mencapai 50 per 100.000 penduduk, sebagaimana dilansir Kompas.com (17/2/2018).

    Mencegah kanker payudara

    Gejala kanker payudara bisa berupa benjolan pada payudara atau bagian ketiak, retraksi (tertarik ke dalam) puting, perubahan payudara dan puting, serta perubahan warna kulit pada bagian payudara dan sekitarnya.

    Ada kalanya, kanker yang sangat dini tidak menunjukkan gejala fisik seperti yang disebutkan di atas. Oleh karenanya, pemeriksaan yang seksama akan sangat membantu proses penanganan kanker payudara stadium dini.

    Tindakan pencegahan memang jauh lebih baik dilakukan sebelum seseorang dinyatakan positif terkena kanker payudara. Salah satu bentuk pencegahan tersebut yakni melakukan screening atau penapisan dini.

    Dokter spesialis bedah kanker MRCCC Siloam Hospitals Semanggi DR. dr. Samuel Johny Haryono, Sp.B (K) Onk. menegaskan, screening merupakan upaya penunjang deteksi dini yang selama ini telah dicanangkan dan sebetulnya untuk populasi asymptomatic (tidak ada keluhan), jadi bukan pasien.

    Warga di Australia melakukan screening pada usia kurang dari 40 tahun, sementara masyarakat di Eropa umumnya melakukan screening pada usia 55 tahun. Masyarakat Indonesia sendiri dianjurkan melakukan screening mamografi pada usia 40 tahun melalui medical check up.

    Rata-rata pasien yang diteliti Samuel merupakan pasien perempuan berusia 45-50 tahun yang telah mengalami fase perimenopause (transisi menuju menopause) atau sudah berada pada fase menopause.

    Hingga kini, Indonesia memang belum memiliki sistem untuk penerapan wajib screening pada warga yang telah berusia 40 tahun. Adapun yang terjadi adalah beberapa “screening oportunistik” atau mereka yang berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan medical check up.

    Ia pun menyarankan agar pemangku kepentingan di bidang kesehatan mesti ‘menjemput bola’ untuk meningkatkan kesadaran akan screening agar penanganan penyakit kanker payudara dapat lebih efektif.

    Selain screening, ada juga cancer prevention yang telah dicanangkan di dunia sejak tahun 2000. Pencegahan ini seperti yang dilakukan Angelina Jolie, pemeran utama Lara Croft: Tomb Raider.

    “Ketika dia melakukan screening tidak ada tanda-tanda, tetapi genetic test-nya positif. Dari bawaan genetik dia punya risiko untuk menderita kanker karena ibunya terkena kanker. Itu disebut cancer prevention,” ujar dokter Samuel.

    Dalam cancer prevention, dilakukan perunutan riwayat kanker pada generasi sebelumnya yang ada dalam silsilah keluarga. Jika hasilnya ditemukan terdapat kasus kanker yang pernah dialami oleh lebih dari dua anggota keluarga inti pada usia kurang dari 40 tahun, maka predisposisi (kecenderungan) terkena kanker “warisan” akan semakin besar.

    Semakin jauh derajat hubungan kekerabatan dengan orang yang terkena kanker, maka risiko terkena kanker semakin kecil. Risiko kanker payudara juga bisa diturunkan oleh laki-laki baik sebagai carrier maupun penderita kanker.

    Risiko terkena kanker payudara pun meningkat sejalan pertambahan usia. Perempuan menjelang memasuki masa menopause umumnya berisiko lebih besar untuk menderita kanker payudara.

    Perkembangan ilmu kedokteran saat ini, khususnya dalam mendeteksi dini, mampu membantu penderita kanker payudara untuk lebih awal mengobati penyakitnya. Selain itu, deteksi dini juga mampu meningkatkan angka harapan hidup dan bebas kekambuhan.

    Laman siloamhospitals.com melansir, cara mendeteksi kanker payudara adalah dengan meningkatkan mawas diri, yaitu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS).

    SADANIS meliputi mamografi, ultrasonografi (USG), Magnetic Resonance Imaging (MRI), serta biopsi apabila terdapat kecurigaan adanya kanker ganas.

    Tes genetika kanker

    Beberapa waktu belakangan, teknologi baru di bidang kedokteran dapat mendeteksi risiko terkena kanker payudara pada seseorang melalui pemeriksaan Breast Cancer Susceptibility Gene (BRCA) atau tes genetika untuk kanker payudara.

    “Salah satu faktor risiko seseorang terkena kanker payudara adalah faktor herediter yang sering disebut genetik atau keturunan dari keluarga. Meski demikian, angka kejadian ini kecil yaitu sekitar 5-10 persen,” ungkap Samuel.

    Apabila hasil tes genetika menyatakan hasil positif untuk gen BRCA 1, maka risiko meningkat secara kumulatif hingga usia 70 tahun untuk mengalami kanker payudara atau kanker ovarium, yakni mencapai 55-80 persen, atau sekitar 10 kali lipat lebih besar dari populasi umum.

    Lewat pemeriksaan gen BRCA, seseorang dapat semakin dini mengantisipasi dan proaktif melakukan persiapan. Misalnya dengan menerapkan pola reproduktif optimal lebih awal dan pemantauan diagnosis dini kanker dan pertanda tumor secara rutin.

    Dengan mengetahui hasil pemeriksaan BRCA tersebut, dokter dapat menganalisa lebih lanjut dan mengambil tindakan pencegahan, misalnya dengan melakukan terapi pengangkatan kedua payudara profilaktik lebih awal, dengan tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 90 persen.

    Bahkan, tingkat keberhasilan pencegahannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan obat-obatan (personalized medicine) yang hanya dapat menangani perkembangan kanker dalam kurun waktu singkat.

    “Pemeriksaan dan pemetaan gen merupakan suatu kemajuan besar dalam era genomik di dunia. Pemeriksaan ini merupakan salah satu alternatif dalam melakukan screening atau penapisan, deteksi dini, utamanya bagi seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara, kanker ovarium, maupun kanker lainnya,” imbuh Samuel.

    Tahapan kanker payudara

    Dalam pengkategorian kanker, tenaga medis mengelompokkannya berdasarkan stadium yang dijabarkan dengan huruf T, N, dan M. Masing-masing kategori menginformasikan tentang kondisi kanker.

    T berarti tumor atau benjolan kanker yang ditemukan di payudara. Semakin besar ukuran semakin besar pula angka (T1, T2, T3)

    N singkatan dari node seperti di kelenjar getah bening. Filter kecil ini ditemukan di seluruh tubuh dan pada ketiak. Node dimaksudkan untuk menangkap sel-sel kanker sebelum menjalar ke bagian tubuh lainnya.

    Pada kategori M, angka 0 dan I mengindikasikan apakah kanker sudah menyebar jauh ke paru-paru, hati, dan tulang.

    Laman WebMD.com pada (9/2/2017) melansir, tahapan kanker disimbolkan dengan angka nol dan angka Romawi I, II, III, dan IV.

    Pada stadium 0, kanker telah didiagnosa sejak dini. Tahapan kanker tersebut dimulai di saluran payudara atau kelenjar susu dan telah ada di sana.

    Stadium I yakni ketika kanker payudara disebut invasif atau telah menyerang jaringan sehat. Sementara, pada stadium IA, kanker telah menyebar ke jaringan payudara lemak. Tumor berukuran tidak lebih besar dari kacang tanah yang dikupas atau bahkan mungkin tidak ada tumor pada Tis (insitu).

    Selanjutnya, pada stadium IB, beberapa sel kanker dalam jumlah kecil ditemukan di beberapa kelenjar getah bening.

    Pada stadium II, kanker telah tumbuh.

    Sementara, pada stadium IIA, tumor di payudara masih kecil dan ada kemungkinan tidak terdapat kanker di kelenjar getah bening.

    Tumor payudara stadium IIB lebih besar. Bila tumor diukur, mungkin sebesar jeruk nipis. Pada stadium ini, tumor bisa saja berada di kelenjar getah bening.

    “Kalau berdasarkan ukuran, T1 nol hingga dua sentimenter, sedangkan T2 dua hingga lima sentimeter,” ujar dia.

    Selanjutnya, kanker lebih sulit untuk diperangi meski belum menyebar ke tulang atau organ lainnya pada stadium III.

    Pada stadium IIIA, telah ditemukan kanker dengan ukuran lebih dari 5 cm dan kelenjar getah bening membentuk rantai dari ketiak. Sedangkan, pada stadium IIIB, tumor telah tumbuh ke dinding dada atau kulit di sekitar payudara atau disebut juga dengan stadium lanjut lokal.

    Sementara pada stadium IIIC kanker telah ditemukan di kelenjar getah bening, atau telah menyebar sampai ke bagian atas atau bawah tulang selangka.

    Pada stadium IV, sel kanker payudara telah menyebar jauh ke dalam payudara dan kelenjar getah bening. Umumnya, kanker menyebar ke tulang, paru-paru, hati, dan otak. Tahap ini digambarkan sebagai metastasis yang berarti telah menyebar ke luar wilayah tubuh, tempat pertama kali kanker ditemukan.

    “Itulah yang disebut stadium lanjut atau stadium terminal,” kata dokter Samuel.

    Penanganan kanker payudara

    Melihat risiko penyakit kanker payudara yang tinggi, masyarakat Indonesia terutama para perempuan, perlu menyadari pentingnya melakukan deteksi dini maupun pengobatan kanker hingga tuntas.

    Salah satu rumah sakit swasta yang fokus pada pengobatan penyakit kanker di Indonesia adalah Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi.

    Rumah sakit ini dilengkapi dengan peralatan mutakhir dan fasilitas lengkap di Asia Tenggara untuk penanganan kanker, termasuk untuk pemeriksaan dan pengobatan kanker payudara.

    Pelayanan untuk kanker payudara di sini meliputi deteksi dini, konsultasi, pengobatan kuratif, paliatif, rehabilitative, serta pemeriksaan genomik dan konsultasi genetik yang memperhatikan aspek psikologis pasien.

    Khusus untuk kanker payudara, MRCCC Siloam Hospitals memiliki fasilitas untuk pemeriksaan awal yakni mamografi dan ultrasonografi. Kombinasi pemeriksaan antara mamografi dan ultrasonografi akan dapat meningkatkan ketepatan diagnosa dalam mendeteksi dini kanker payudara, atau pemeriksaan dengan MRI bagi usia muda dan payudara dengan konsistasi padat. Ada pula pemeriksaan dengan PET/CT dan pemetaan limfatik untuk prosedur sentinel node.

    Tak hanya itu, rumah sakit ini juga memiliki laboratorium patologi dan Molecular Diagnosis Center untuk mendiagnosa lebih lanjut dan menentukan langkah pengobatan yang tepat.

    Pengobatan kanker payudara di rumah sakit ini dapat dilakukan melalui pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, terapi biologi, terapi hormon, dan targeted therapy lainnya.

    Uniknya, rumah sakit ini menyediakan layanan khusus bagi pasien kemoterapi, baik yang rawat inap maupun tidak. Untuk pasien kemoterapi yang tidak perlu menjalani rawat inap, tersedia unit one day care oncology. Selain itu, klinik onkologi berbasis riset direncanakan akan dikembangkan di rumah sakit ini.

    Berbagai fasilitas dan proses tersebut tentu saja didukung oleh tenaga medis yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, serta tim peneliti kanker terpadu yang dipimpin oleh DR. dr. Samuel Johny Haryono, Sp.B (K) Onk. dengan didukung para klinikus akademi dan scientist/ biologist kanker.

    Ingat pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati? Nah, jangan tunda lagi untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Apalagi, kalau Anda telah terdiagnosa kanker, tak perlu tunda untuk jalani pengobatan optimal di pusat kesehatan terpercaya.

     

    Waspadai Gejala-Gejala Kista Payudara

    Waspadai Gejala-Gejala Kista Payudara

    Apakah Anda pernah merasakan gejala-gejala seperti: payudara nyeri dan kadang terasa sakit sekali, saat diraba seperti ada benjolan lunak, dan nyeri menghebat sebelum atau sewaktu haid karena tarikan kelenjar payudara yang membesar atau hypertropis. Bila ya, hati-hati, mungkin Anda sedang terkena kista payudara.

    Bukan kanker

    Menurut Melvin J. Siverstein, MD, Direktur Lee Breast Center dari Norris Comprehensive Cancer Center, Los Angeles, Amerika Serikat, kista payudara tak berbeda dengan kista yang tumbuh di rahim. Umumnya berbentuk kantung bulat dan terasa kenyal seperti balon berisi cairan. Sesuai namanya, kista yang dalam istilah medis disebut fibrocystic disease of the breast ini muncul di dalam payudara.

    Yang berisiko mengalami penyakit ini kebanyakan perempuan usia di atas 30 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan perempuan usia di bawah 30 tahun juga bisa mengalaminya.

    Benjolan yang sifatnya jinak ini biasanya tidak akan tumbuh menjadi kanker. Meski begitu, tetap perlu diwaspadai. Pertama, kista ini tidak hanya muncul satu buah pada salah satu payudara, kadang juga bisa muncul hingga 17 benjolan dan terdapat di kedua belah payudara.

    Kedua, kista payudara dapat terjadi berulang kali. Pengobatan memang tidak menjamin 100% dapat mengusir kista. Jadi, orang yang sudah pernah mengalami, tetap berisiko tinggi untuk menderita kista payudara kembali. Asalkan sifat kista tidak berubah menjadi ganas dan tidak terasa mengganggu, tidak akan menjadi masalah.

    Tidak terasa

    Wujud kista bervariasi, mulai yang sangat kecil hingga yang berdiamter 5 cm. Untuk kista yang terlalu kecil (mikrokista), sering tidak dapat dirasakan dengan tangan ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). Cara untuk mengetahui keberadaan kista yang kecil ini dengan menjalani pemeriksaan medis seperti mamografi atau USG.

    Namun, jika Anda memiliki keraguan apakah benjolan yang dirasakan itu kista atau malah tumor, pemeriksaan mamografi saja tidak cukup. Pasalnya, mamografi tidak dapat membedakan antara tumor yang merupakan benjolan padat dengan kista yang merupakan benjolan berisi cairan. Untuk itu, Anda perlu menemui ahli radiologi untuk biopsi (pengambilan sedikit jaringan untuk menentukan sifat benjolan dan penanganan yang tepat).

    Sementara kista yang besar (makrokista) biasanya dapat dirasakan dengan tangan. Kista ini dapat tumbuh hingga diameter 5 cm. Jika ukurannya sudah besar, kista dapat menekan jaringan payudara hingga menyebabkan nyeri, rasa tidak nyaman, atau peradangan pada jaringan di sekitarnya.

    Setiap perempuan memiliki toleransi rasa nyeri yang berbeda-beda. Ada yang langsung mengeluhkan nyeri di dada, namun tak sedikit yang tidak bisa merasakan gangguan tersebut. Rasa nyeri sendiri biasanya dirasakan karena kista berukuran besar atau jumlahnya lebih dari satu.

    Ulah si hormon

    Kista muncul karena hubungannya dengan respons jaringan payudara terhadap perubahan kadar estrogen yang terjadi setiap bulan selama masa reproduktif. Seperti kita ketahui setiap bulan selama siklus menstruasi, jaringan payudara membengkak.

    Rangsangan hormon terhadap jaringan payudara ini menyebabkan payudara menahan air serta kelenjar susu dan salurannya melebar. Cairan inilah yang kemudian bisa berkumpul dan membentuk kista.

    Pada saat menstruasi, payudara sendiri memang terasa membengkak, nyeri, dan memiliki benjolan. Setelah menstruasi, biasanya pembengkakan payudara berkurang, tidak lagi terlalu nyeri dan ada benjolan.

    Nah, karena penyebabnya adalah hormon, kista dapat mengecil, bahkan hilang dengan sendirinya ketika seorang perempuan memasuki masa menopause. Namun, tak jarang pula kista malah bertambah besar meski sudah menopause.

    Tak perlu operasi

    Karena kehadiran kista payudara adalah ulah si hormon, umumnya tidak ada penanganan khusus, kecuali ukurannya besar dan menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman. Pengobatan yang diberikan untuk mengurangi rasa nyeri adalah mengisap cairan kista dengan jarum. Tindakan ini biasanya dibantu hasil USG untuk menentukan letak kista.

    Dalam menangani kista payudara, tindakan operasi memang jarang dilakukan. Namun jika cairan dalam kista mengandung darah, berwarna coklat atau keruh, atau kembali terkumpul dalam waktu 12 minggu setelah cairan diambil, seluruh kista harus dibuang melalui jalan pembedahan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadi keganasan pada dinding kista.

    Itu sebabnya, penting untuk melakukan pemeriksaan lebih teliti lewat biopsi sebelum penyedotan cairan dilakukan. Dengan begitu, bisa diketahui apakah masih jinak atau sudah ganas. Jika ternyata sudah ganas, pengangkatan lewat pembedahan tadi sangat disarankan

     

    7 Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Kanker, Tumor, Kista, Miom

    Berikut ini daftar makanan yang dianjurkan untuk penderita Kanker, Tumor, Kista, Miom yaitu makanan yang banyak mengandung serat dan dianjurkan menjalani pola makan vegetarian.

    Menu Vegetarian Untuk Pemula

    1. Mengganti camilan manis dengan buah segar

    Salah satu hal yang menjadi masalah kebanyak orang saat merubah pola makanannya adalah merubah kebiasaan mengkonsumsi camilan. Untuk itu kami memberikan alternative makanan camilan sehat yang dapat anda konsumsi saat mencoba menjadi vegetarian. Makanan sehat itu adalah buah-buahan. Buah meengandung banyak manfaat untuk tubuh dan memberikan rasa kenyang pada perut sehingga keinginan anda untuk mengkonsumsi camilan lain akan ikut berkurang.

    makanan yang dianjurkan untuk penderita kanker, tumor, miom, kista

    Anda bisa membawa satu buah apel di dalam tas sebagai camilan saat rasa lapar tiba di luar jam makan. Selain apel buah lain yang mudah dibawa dan dapat langsung dikonsumsi lainnya seperti, pear, jeruk, dan pisang juga bisa menjadi pilihan tepat untuk mengganti camilan anda dengan makanan vegetarian. Selain sebagai makanan vegetarian Buah Untuk Dietjuga memiliki banyak manfaat.

    1. Mengganti sumber protein dari daging merah dengan kacang-kacangan

    Salah satu hal yang paling membedakan antara vegetarian dengan yang bukan vegetarian adalah tidak mengkonsumsi daging merah. Daging merah merupakan daging yang berasal dari hewan ternak besar seperti sapi dan kambing. Daging-daging itu biasanya dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein harian tubuh.

    Namun jika anda menjadi vegetarian anda harus membiasakan mengganti makanan tinggi protein itu dengan makanan tinggi protein lainnya seperti kacang kedelai dan kacang polong. Menu vegetarian pemula itu cukup mudah ditemui diberbagai supermarket atau pun pasar tradisional. Manfaat kacang kedelai bisa anda dapatkan dari makanan olahan berbahan dasar kedelai seperti tempe, tahu, dan kecap.

    1. Perbanyak konsumsi sayuran

    Menu vegetarian pemula selanjutnya adalah sayuran. Anda bisa memulai membiasakan mengkonsumsi sayuran dengan memilih menu berbahan dasar sayuran saat makan diluar. Anda juga bisa mengurangi porsi nasi putih dan menggantinya dengan sayuran baik berbentuk lalapan ataupun sayur matang. Sayuran Untuk Diet juga sangat baik karena mengandung banyak serat dan vitamin yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan.

    Sedangkan saat di rumah anda juga bisa menyimpan atau menyetok sayuran segar di dalam kulkas. Anda dapat memilih sayuran organic yang lebih sehat dan memiliki waktu simpan lebih lama. Sayuran tersebut dapat menjadi Menu Dan Resep Masakan Vegetarian untuk diet yang enak dan mudah dibuat.

    1. Konsumsi umbi-umbian

    Umbi-umbian seperti kentang, singkong, dan ubi cilembu merupakan Makanan Pengganti Nasi yang baik saat diet. Makanan itu juga bisa menjadi menu vegetarian pemula. Umbi-umbian cenderung mudah ditemui dan harganya relative murah. Cara memasak umbi-umbian juga sangat sederhana yaitu hanya direbus atau dikukus.

    1. Gandum

    Pilihan menu vegetarian pemula selanjutnya adalah gandum. Anda bisa menikmati gandum yang sudah diolah menjadi roti ataupun kue lainnya. Khasiat Roti Gandum Untuk Diet juga sangat banyak salah satunya adalah tinggi serat dan mampu mengikat lemak di dalam tubuh.

    1. Alpukat

    Alpukat merupakan jenis buah yang kaya akan lemak baik untuk tubuh. Penggemar alpukat belakangan ini semakin meningkat. Walaupun bukan buah asli Indonesia, masyarakat Indonesia banyak sekali yang menggemari buah berdaging lembut ini. Biasanya alpukat dikonsumsi sebagai minuman segar dengan campuran es dan susu kental manis.

    Namun hal itu justru dapat menurunkan khasiat alpukat untuk diet. Karenanya alpukat paling baik dikonsumsi langsung tanpa penambahan bahan makanan lain sepeti susu, coklat ataupun gula.

    1. Jamur sebagai pengganti daging

    Selain kacang-kacangan, jamur juga baik dikonsumsi sebaagi menu vegetarian pemula. Jamur dapat diolah menjadi berbagai masakan seperti masakan berbahan dasar daging. Jamur juga memiliki kestur yang mirip dengan daging. Beberapa restoran vegetarian juga mengganti menu masakan daging dengan menu masakan jamur yang nikmat dan tetap sehat.

    Itulah tujuh menu untuk menjadi vegetarian pemula. Anda bisa memilih satu atau dua dari menu diatas sebagai makanan utama setiap hari. Semua makanan itu juga cocok dijadikan makanan saat diet vegetarian.

    Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

    Klik lsyindonesia.com untuk info produk, pemesanan CS SMS/WA: 0896-6631-0260  (Klik Langsung Ke WA)

    8 Gejala Kanker Payudara yang akan Dirasakan Penderita?

    8 Gejala Kanker Payudara yang akan Dirasakan Penderita? 4 Cukup banyak penyakit jenia penyakit kanker yang menyerang manusia, seperti kanker serviks, kanker usus, kanker hati, kanker payudara, dan lain sebagainya. Tapi yang paling menjadi momok bagi wanita adalah kanker payudara. Banyak wanita yang berhati-hati dan semaksimal mungkin menghindari penyakit ini.

    Kanker payudara bisa diobati apabila penderita masih dalam tingkat stadium awal. Tapi akan sulit ditangani apabila penderita baru menyadari setelah mengalami kondisi tubuh yang parah. Ini dikarenakan sel-sel kanker sudah menyebar dan perlu bebeapa tahap pengobatan yag memakan waktu dan biaya. Meskipun tahu akan bahaya kanker payudara, banyak wanita yang baru menyadari saat memasuki stadium akhir. Untuk itu artikel ini akan menjelaskan gejala-gejala yang dirasakan penderita kanker payudara.

    Gejala Awal

    Gejala awal yang akan dirasakan penderita kanker payudara adalah adanya benjolan. Benjolan ini berukuran 2 cm atau lebih kecil. Tapi bila diperhatikan, benjolan tersebut bukanlah bagian dari siklus menstruasi. Apabila dirasakan, benjolan ini berbeda dari jaringan payudara lain yang ada disekelilingnya. Ciri-cirinya memiliki pinggiran yang tidak beraturan dan tidak terasa nyeri bila disentuh. Hal ini masih sering diabaikan oleh penderita dan menganggap benjolan tersebut hanya bagian dari jaringan payudara biasa.

    Pada Stadium Awal

                Pada stadium ini, penderita baru mulai merasa aneh pada bagian payudara mereka. Rasa nyeri sudah terasa karena benjolan semakin membesar. Apabila mendorong benjolan dengan jari, maka benjolan akan bergerak pula. Benjolan tersebut akan mudah bergerak di bawah kulit.

    Pada Stadium Lanjut

                Selain rasa nyeri yang berkelanjutan, pada stadium inin benjolan kanker akan melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Benjolan akan terus berkembang sehingga membengkak. Dimungkinkan pula membentuk luka atau borok pada kulit payudara. Bahkan terkadang, kulit di atas daerah benjolan tampak seperti kulit jeruk dan mengkerut. Borok akan terus menyebar hingga menghancurkan payudara. Bagi wanita yang sudah sampai tahap ini, akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Rasa nyeri pun akan terasa hingga tulang dan terjadi ulserasi kulit atau pembengkakan lengan.

    Gejala Lain yang Bisa Saja Terjadi

                Wanita penderita kanker payudara harus mewaspadai perubahan-perubahan yang terjadi pada payudara sejak awal. Ini karena sel kanker akan terus berkembang bila dibiarkan. Hingga lama kelamaan akan memakan sel-sel baik dan menggerogoti jaringan secara perlahan.

    Perubahan ukuran payudara perlu diwaspadai bagi penderita kanker payudara. Benjolan yang terbentuk dapat merubah bentuk payudara. Ini bisa diliat ketika bercermin. Bisa juga dengan membandingkan antara bentuk payudara kanan dan payudara kiri.

    Warna dari payudara yang terserang kanker akan tampak kemerah-merahan sebagai bentuk rasa nyeri dari dalam kulit karena benjolan. Perubahan warna tersebut disertai dengan tekstur payudara menjadi kasar dan nampak kusam. Itu juga akan terjadi pada puting susu dan daerah warna coklat yang mengelilngi.

    Kulit di sekitar puting susu berubah menjadi bersisik. Tak jarang penderita akan mendapati puting susu terasa gatal. Selain itu, puting juga akan tertarik ke dalam. Tak cukup sampai disitu saja, suatu cairan abnormal akan muncul secara tiba-tiba dari puting susu. Biasanya cairan tersebut adalah darah merah. Tapi sering juga ditemukan cairan terbut berwarna kuning hingga hijau. Bahkan sampai keluar nanah.

    Apabila sudah parah, akan terjadi benjolan massa di ketiak. Pembesaran oleh kelenjar getah bening di ketiak akan timbul bila kanker sudah mulai menggerogoti sel-sel payudara lain. Kelenjar membengkak pada lengan dilanjutkan dengan kanker yang mulai menyerang sel-sel tubuh lain.

    Gejala selanjutnya, penderita akan merasa mual dan kehilangan selera makan. Bahkan yang sering terjadi adalah penderita selalu memuntahkan makanannya. Inilah yang menyebabkan para penderita kanker kehilangan berat badan ekstrim. Itu menyebabkan penderita harus mendapatkan asupan makanan dengan cara lain, misalnya memasang infus atau alat bantuan agar makanan masuk ke dalam tubuh.

    Penumpukan cairan di sekitar paru-paru menyebabkan penderita sesak napas dan batuk. Cairan tersebut sangat berbahaya apabila sampai masuk ke dalam paru-paru. Berbagai macam komplikasi akan dialami penderita. Untuk itu, perlu ada tindakan untuk segera mengeluarkan cairan tersebut.

    Penderita akan mengalami sakit kuning. Hal tersebut ditandai dengan kulit berubah kekuningan. Area putih mata juga menunjukkan warna yang sama. Perubahan pada mata tersebut menyebabkan penglhatan kabur pada penderita. Warna urine yang semula berwarna bening atau kuning jernih, berubah menjadi kuning keruh.

    Nyeri tulang yang dirasakan terasa menusuk mengakibatkan penderita mengalami kelemahan otot. Tak jarang penderita akan merasa kesakitan ketiika bergerak sedikit. Ini membuat penderita tidak bisa melakukan apapun.

    Kanker payudara yang merupakan tumor ganas ini bisa terdeteksi secara dini apabila selalu memperhatikan perubahan pada payudara. Apabila mendapati gejala abnormal, segera periksa ke dokter untuk mencegah penyakit tersebut.

    Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom:

    10 Faktor Penyebab Seseorang Bisa Terjangkit Kanker Payudara

    Kanker payudara menjadi momok terbesar bagi wanita, selain kanker serviks. Tidak hanya berbahaya, tapi juga bisa menyebabkan kematian pada penderita apabila tidak segera ditangani. Jenis kanker ini merupakan salah satu penyebab kematian terbesar wanita di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun sebagian besar yang diserang adalah kaum wanita, tidak menutup kemungkiinan juga menyerang kaum laki-laki. Tapi, kemungkinan tersebut sangat kecil dengan perbandingan 1:1.000.

    Banyak wanita yang mengetahui penyakit mematikan ini, tapi tidak banyak yang tahu penyebabnya. Sehingga banyak wanita yang ketakutan apabila ada bagian payudara yang terasa sakit atau nyeri. Pengetahuan yang kurang mengenai faktor penyebab terjangkitnya kanker payudara bisa merepotkan diri sendiri. Untuk itu, akan dibahas apa saja penyebab kanker payudara di bawah ini.

    10 Faktor Penyebab Seseorang Bisa Terjangkit Kanker Payudara 5

    Riwayat Keluarga dan Genetik

                Setiap keluarga memiliki faktor genetic yang diturunkan pada generasi setelahnya. Suatu penelitian genetik menemukan bahwa kanker payudara memiliki hubungan dengan gen tertentu. Apabila ditemukan suatu gen suseptibilitas kanker payudara yang disebut BRCA 1, maka kemungkinan terserang kanker payudara adalah 60% pada usia 50 tahun dan 85% pada usia 70 tahun.

    Maka dari itu riwayat keluarga menjadi komponen penting saat dilakukan screening pada penderita. Terlebih lagi seorang ibu, saudara perempuan atau anaknya yang terserang kanker memiliki kemungkinan resiko tiga kali lebih besar.

    Faktor Reproduksi

                Beberapa karakteristik reproduktif yang meningkatkan resiko kanker payudara adalah menarche pada usia dini, nuliparitas, kehamilan pertama terjadi saat usia sudah tua dan telat masa menopause.

    Obesitas

                Sejauh ini sudah banyak penelitian dari berbagai belahan dunia mengkaitkan antara berat badan dengan munculnya kanker payudara. Hingga didapati hubungan antara berat badan dan bentuk tubuh mempengaruhi tumbuhnya kanker pada payudara wanita, terutama pada wanita pasca menopause. Diet yang salah juga bisa jadi penyebab keganasan penyakit ini.

    Penggunaan Obat Hormon dan Terapi

                Penggunaan obat hormon seperti pil KB, memiliki peningkatan resiko terhadap kanker. Tapi peningkatan resiko ini tergolong rendah karena bersifat sementara. Resiko kanker akan hilang setelah berhenti mengkonsumsi selama 10 tahun.

    Sedangkan penggunaan hormon esterogen yang biasanya dipakai para pengguna terapi esterogen replacement, dapat meningkatkan resiko kanker payudara sebelum menopause tiba. Hormon ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama apabila tidak ingin meningkatkan resiko kanker meskipun dinyatakan pada suatu metaanalisis tidak berdampak pada pengunaan oral.

    Pernah Terjangkit Kanker Payudara

                Setelah payudara yang terkena kanker diangkat, bukan berarti penyakit sudah teratasi. Kenyataannya payudara sebelahnya bisa jadi terserang kanker meskipun sebelumnya dinyatakan sehat. Apalagi wanita yang pernah terkena kanker invasive atau kanker in situ memiliki resiko tinggi terserang kanker payudara.

    Bertambahnya Usia

                Salah satu resiko yang meningkatkan kanker payudara adalah faktor bertambahnya usia. Diperkirakan 60% kanker menyerang saat usia 60 tahun keatas. Resiko paling besar ditemukan pada wanita berusia mulai dari 75 tahun. Tapi, baru-baru ini juga ditemukan wanita dalam masa subur terserang kanker payudara.

    Mengkonsumsi Alkohol

                Mengkonsumsi alkohol tidak dianjurkan bagi siapapun. Wanita yang suka mengkonsumsi minuman beralkohol lebih beresiko terserang kanker payudara daripada yang tidak pernah minum alkohol. Selain kanker payudara, alkohol juga sering dikaitkan menjadi penyebab penyakit berbahaya lain.

    Paparan Radiasi

                Radiasi yang terpapar, terutama pada suatu alat bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker payudara. Terutama jika radiasi tersebut dipaparkan pada bagian dada saat anak-anak. Dan akhir-akhir ini radiasi sering digunakan untuk perawatan kecantikan. Jika hal tersebut dilakukan terus-menerus maka resiko kanker payudara juga semakin besar.

    Menunda Kehamilan dan Menyusui

                Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia sendiri pun banyak wanita yang memilih menunda kehamilan meskipun telah menikah. Kebanyakan hal ini dilakukan karena beberapa faktor, misalnya masalah keluarga, penghasilan suami yang tidak cukup, mengejar karir bahkan mungkin ketakutan memiliki anak. Ternyata menunda kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan payudara di kemudian hari. Wanita yang belum pernah merasakan kehamilan diusia lebih dari 30 tahun maupun belum pernah melahirkan beresiko lebih besar terserang kanker payudara.

    Begitu pula dengan menyusui. Sudah wajar bila wanita yang melahirkan menyusui anaknya. Penyakit kanker payudara akan lebih beresiko kepada wanita yang tidak pernah menyusui sama sekali daripada yang pernah menyusui satu anak atau lebih.

     Sel-Sel Payudara yang Abnormal

                Meski kasus sel payudara yang abnormal yang menjadi penyebab kanker payudara jarang ditemukan, tapi wanita perlu berhati-hati. Ini karena sel-sel abnormal tersebut bisa jadi terdapat pada payudara wanita non-kanker. Kondisi sel abnormal ini apabila dibiarkan, lambat laun bisa menimbulkan kanker. untuk itu wanita dengan kondisi ini harus rutin memeriksakan diri. Ketidaknormalan pada sel-sel payudara ini biasa disebut dengan hyperplasia.

    Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab kanker payudara yang bisa menyerang wanita. Setidaknya hal tersebut membuat wanita lebih berhati-hati terhadap kesehatan payudaranya dan menjaga pola hidup sehat.

    Informasi Terkait Cara Mengatasi Kanker, Tumor, Kista, Miom: